Skip to main content

Manfaat Rumpon atau Fish Aggregating Device (FAD) adalah salah satu alat bantu pengumpul ikan yang menggunakan berbagai bentuk dan jenis pengikat atau atraktor dari benda padat yang berfungsi untuk memikat ikan agar berkumpul. Rumpon dibuat menyerupai karang alami agar ikan merasa mendapatkan rumah baru dan berkumpul

Jenis Rumpon

Jenis rumpon terdiri dari rumpon hanyut dan rumpon menetap. Rumpon hanyut adalah rumpon yang tidak menetap, tidak memiliki jangkar dan mengikuti arah arus sedangkan rumpon menetap dengan menggunakan jangkar atau pemberat. 

Manfaat Rumpon

Bentuk rumpon dibuat menyerupai karang alami sehingga ikan-ikan akan merasa mendapatkan rumah baru. Pada saat ikan berkumpul dirumpon, maka nelayan akan menangkap ikan sebanyak mungkin. Hal ini, rumpon dapat membantu nelayan dalam  meningkatkan produksi, efisiensi dan efektifitas operasi penangkapan ikan.

Manfaat Rumpon akan Menguntungkan atau Merugikan?

Dapat dilihat rumpon sangat menguntungkan bagi nelayan karena efisiensi dan efektifitas operasi penangkapan ikan. Akan tetapi seiring berjalannya waktu terjadi permasalahan dalam memanfaatkan rumpon. Nelayan menempatkan rumpon dengan sembarangan, tangkapan non target seperti kura-kura atau hiu tertangkap. Hal ini bukan permasalahan perikanan di Indonesia, tetapi perikanan dunia. 

Solusi

Penggunaan rumpon di Indonesia diatur pada Permen KP No. 26 tahun 2014 yang mengatur tentang rumpon, penggunaan rumpon hanya diperbolehkan untuk kapal purse seine, kapan pancing ulur dan kapal berjoran. Memiliki SIPR (Surat Izin Pemasangan Rumpon), menentukan pemasangan dan batas pemanfaatan rumpon, tanda pengenal rumpon agar tidak tertukar dengan rumpon yang lain.

Solusi lainnya yaitu menggunakan rumpon dengan bahan yang Biodegradable and Non-entangling. Kebanyakan rumpon tidak menggunakan bahan alami sehingga jika terlepas atau menghilang akan menjadi ghost fishing gear dan akan menjerat kura-kura atau ikan lainnya. Selain itu, perbaikan dalam perizinan rumpon, pencatatan, pengumpulan data, dan pelacakan serta ketelusuran juga harus diterapkan agar rumpon dapat terpantau dan dapat memaksimalkan manfaatnya tanpa merusak ekosistem sekitar. 

Rumpon ini dapat bermanfaat dan menjadi potensi konflik dalam situasi tertentu, terutama bila tidak didukung oleh regulasi dan pengawasan yang kuat di segala tingkat. Rumpon menjadi salah satu isu yang paling menarik perhatian dalam manajemen perikanan tangkap dan hal ini dapat dilakukan dengan maksimal bila perikanan tersebut terlibat dalam program perbaikan perikanan (FIP). Sahabat Laut Lestari melalui Fisheries and Community Work bekerja dan memperhatikan isu ini.

Leave a Reply